Membuat Lagu Ciptaan Sendiri

Menciptakan sebuah lagu dengan lirik lagu yang bagus serta nada yang indah memang cukup sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Pernahkah kamu mendengar sebuah lagu dengan lirik yang begitu pas dan menyentuh diiringi dengan nada yang khas sesuai genre lagu tersebut? Tentunya kamu ingin tahu bukan bagaimana proses pembuatan lagu tersebut. Ada yang bilang bahwa sebuah karya itu mencerminkan identitas dari si pengarangnya.

Namun nyatanya tidak seperti itu juga, banyak pencipta lagu yang mengangkat tema tentang orang disekitarnya, bahkan yang tidak dikenalnya sekalipun. Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa membuat sebuah lagu untuk menceritakan seseorang, kejadian, dan kondisi yang tidak pernah kita alami sekalipun. Dalam artikel ini akan kami jabarkan berbagai cara untuk menciptakan sebuah lagu dengan tema diluar kehidupan kita, selengkapnya :

Struktur Lagu

Dalam menulis lagu, musisi ternyata memperhatikan struktur yang ada di dalamnya. Hal ini dilakukan supaya lagu enak didengar dan memiliki dinamika. Supaya kamu lebih paham lagi soal lagu, berikut struktur di dalam lagu yang perlu kamu tahu.

1. Intro
Sesuai namanya, intro atau introduction merupakan bagian awal dari sebuah lagu. Dari intro, biasanya kamu akan mengetahui gambaran keseluruhan lagu, mulai dari kunci yang dimainkan, tempo, ritme, hingga emosi yang dibawakan musisi. Umumnya, bagian intro diisi dengan permainan instrumen atau suara vokal.

2. Verse
Bagian ini mungkin lebih kamu kenal dengan sebutan bait. Di bagian ini pula, musisi akan mulai mengisinya dengan lirik yang berisikan cerita-cerita. Umumnya, satu lagu terdiri dari beberapa verse yang memiliki melodi yang sama satu sama lain. Dari beberapa verse itulah, kamu mendapat gambaran pesan yang ingin disampaikan musisi lebih jelas.

3. Pre-chorus
Sebelum mencapai chorus, biasanya ada pre-chorus yang durasinya lebih pendek ketimbang verse atau chorus. Bagian ini berfungsi menjadi penghantar yang mulai membangun feeling menuju chorus.

4. Chorus
Bagian ini merupakan puncak dari sebuah lagu dan biasanya berisikan lirik yang serupa dengan judul lagu. Chorus yang baik biasanya memiliki hook, yakni lirik dan melodi yang memorable baik di bagian awal atau pun akhir. Meski sering dianggap sama, chorus dan refrain (reff) sesungguhnya berbeda. Chorus merupakan bagian yang berisi pesan utama dan paling ditunggu-tunggu dari sebuah lagu. Sedangkan reffrain lebih sederhana dan biasanya berisi pengulangan.

5. Bridge
Menjembatani bagian-bagian di dalam lagu adalah salah satu fungsi bridge. Bisa antara verse dengan chorus, atau antar chorus yang telah naik nada dasarnya. Keberadaan bridge juga menjadikan lagu lebih hidup, karena memiliki melodi yang berbeda ketimbang verse dan chorus yang diulang.

6. Interlude
Mirip dengan intro, interlude merupakan bagian yang tidak berisi lirik. Bedanya, interlude berada di tengah-tengah lagu dan digunakan untuk menghubungkan antar verse atau saat masuk ke chorus.

6. Modulasi
Ketika nada di chorus menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, saat itulah terjadi modulasi. Di bagian ini terjadi perpindahan nada dasar dari sebuah lagu. Supaya tidak terdengar aneh, modulasi biasanya dibuat setelah chorus dan diikuti dengan bridge.

7. Ending, Coda, dan Outro
Berada di bagian akhir lagu, tiga penutup ini ternyata berbeda. Ending digunakan untuk mengakhiri lagu secara halus dan biasanya menggunakan efek fade out, yang menjadikan suara perlahan mengecil dan menghilang. Sedangkan coda mengakhiri lagu lewat nada dan lirik penutup yang sudah digunakan sebelumnya di verse atau chorus. Berbeda dengan outro, yang menutup lagu dengan instrumen musik tanpa syair.